berita

Kenalkan Ragam Budaya Dunia, PPI Abdul Malik Fadjar Sukses Gelar International Cultural Day 2026

MALANG – Untuk mempersiapkan para pemimpin berwawasan global, Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) selalu menggelar acara yang berorientasi pada pengembangan karakter, bahasa asing, serta wawasan terhadap dunia internasional. Beberapa bentuk program tersebut di antaranya yaitu ENACAMP (English and Arabic Campaign) dan Fajar Muda Creative.

Melanjutkan konsistensi tersebut, komitmen dalam mengenalkan keberagaman global kembali diwujudkan melalui kegiatan International Cultural Day (ICD) yang sukses dilaksanakan pada 18 Juni 2026. Acara ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Waka Kesiswaan dan Central of Language PPI AMF. Selain itu, Central of Language menerapkan metode project management sebagai landasan utama dalam menyusun perecanaan, pembagian tugas, hingga eksekusi di lapangan.


Kemeriahan ICD 2026 ini berpusat pada food bazar pagi oleh para santri yang menjual menu makanan dari berbagai negara, serta penampilan yang dipersiapkan langsung oleh mereka dan akan ditampilkan ketika malam hari. Selama keberlangsugan acara, santri dibagi ke dalam beberapa negara berdasarkan kelas mereka masing-masing. Adapun pembagian representasi negara pada ICD 2026 ini adalah sebagai berikut:

Kelas 11: Korea

Kelas 10A & 10B: Uni Emirat Arab dan Jepang

Kelas 8A & 8B: Turki dan China

Kelas 7A, 7B, & 7C: Amerika Serikat, Meksiko, dan Spanyol

Melalui ICD 2026, PPI AMF telah membuktikan bahwa edukasi budaya internasional dapat dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Hal itu diakui oleh Ketua Kelas 7A, Thoriq Dhiaulhaq, yang mengungkapkan bahwa meski ICD 2026 sangat menyenangkan, prosesnya cukup menguras tenaga karena banyaknya hal yang harus disiapkan oleh seluruh teman sekelasnya.

Selain itu, Ustadzah Nunik selaku salah seorang Project Management ICD 2026 memberikan evaluasi serta saran untuk acara tersebut maupun acara yang akan mendatang, “Kalau boleh saran lagi, nanti kalau ada event kayak gini lagi kayaknya tidak di akhir tahun, kenapa? Karena mepet wakktunya untuk persiapan, kayaknya akhir tahun lebih yang have fun, play, game gitu aja,” katanya.


Editor: Wilda Fizriyani