berita
- By Wilda Fizriyani
- 05 Mar 2026
- 88
Lawan Berbagai Negara, Dua Santri PPI AMF Raih Medali di Cina Berkat Robot dan Drone
MALANG – Pondok Pesantren
Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) berhasil mengharumkan negara dalam
kancah internasional. Melalui dua santri yang duduk di bangku SMA ini, yakni Naqib
Alwi Okbah dan Reghan Athaya Suandi, PPI AMF mendapatkan dua medali perunggu
dalam ajang Youth Robot Competition (IYRC) 2025 di Cina.
Naqib menjelaskan, kategori lomba yang dia dan Reghan ikuti adalah creative design dan drone. Lomba ini menitikberatkan pada inovasi robot dan drone yang mereka miliki. Selain itu, penyelenggara juga menilai aspek kemampuan merakit dan presentasi para peserta.
Untuk mempersiapkan lomba, Naqib mengaku, tidak terlalu panjang prosesnya. Dia dan Reghan hanya memiliki waktu tiga hari untuk berlatih bersama pakar robotik di Ciputat, Tangerang Selatan. “Kita tiga hari menginap di sana. Waktu latihannya dari pagi sampai sore,” ucap Naqib di PPI AMF Malang.
Tepat pada 18 Desember 2025, Naqib dan Reghan tiba di Shenzhen, Cina. Setelahnya, mereka langsung mengikuti lomba dan mempresentasikan robot yang mereka rakit. “Cukup gugup dan bingung mau ngomong apa karena pakai bahasa Inggris juga. Tapi, kita sudah siapkan bahan presentasinya,” jelasnya.

Setelah perlombaan hari pertama selesai, Naqib dan Reghan kembali melanjutkan kompetisi kedua di hari berikutnya. Mereka berkompetisi untuk menjalankan drone bersama sejumlah peserta lainnya di Cina. Naqib mengaku sempat ada masalah dalam kategori lomba ini, tetapi pada akhirnya berhasil diselesaikan bersama.
Naqib tidak menampik terpilihnya tim PPI AMF sebagai penerima medali perunggu merupakan kejutan besar baginya. Pasalnya, saingannya memiliki inovasi yang lebih bagus dan canggih. Belum lagi, banyak peserta dari negara-negara maju, seperti Korea, Perancis, Cina, dan negara Asia Tenggara lainnya.
Dengan capaian ini, Naqib berharap bisa lebih terlatih lagi dalam bidang robotik ke depannya. “Bisa berkembang di bidang ini karena saya sendiri pernah juara lomba di bidang sama pada tingkat SD dulu. Di tingkat provinsi,” kata dia menambahkan.
Sebagai informasi, IYRC 2025 merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan inovator muda dari 40 negara. Kompetisi ini berlangsung 20 hingga 21 Desember di Shenzhen, Cina. Kategori lomba mencakup Wandering Planet 2 (eksplorasi luar angkasa untuk tingkat menengah atas), Creative Design (robot solusi masalah sehari-hari), Humanoid & Soccer (pertandingan robot otonom), serta Coding & AI (navigasi lintasan kompleks).
Selain bertanding, rombongan juga mengikuti robot tour ke perusahaan teknologi Shenzhen. Kemudian, juga sempat mengikuti International Youth Forum berbagi pengalaman ahli robotika dunia dan science experiment workshop.
