berita
- By Wilda Fizriyani
- 20 Feb 2026
- 187
Santri PPI AMF Diajarkan Berpikir Kritis Tangkal Informasi Hoaks
MALANG – Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik
Fadjar (PPI AMF) diajarkan berpikir kritis guna menangkal informasi hoaks. Hal
ini dilakukan melalui kegiatan “Digital Literacy Education: Tackling Hoaxes
Wisely and Responsibly” yang dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026) di Aula
PPI AMF.
Pembina Kelas Jurnalistik, Wilda Fizriyani menyatakan,
kegiatan ini sebenarnya bagian dari program ektrakurikuler bidang jurnalistik. “Awalnya
hanya untuk santri yang mengikuti kelas jurnalistik tetapi karena dianggap
bagus, y akita laksanakan untuk semua santri,” kata Wilda.
Secara keseluruhan, kegiatan ini
dilatarbelakangi dengan adanya perkembangan media digital. Situasi ini membuat
informasi menyebar sangat cepat di kalangan remaja, termasuk santri SMP dan
SMA. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
Menurut Wilda, berita hoaks
berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, kepanikan, bahkan konflik sosial. Oleh
karena itu, diperlukan kegiatan edukasi literasi digital yang membekali santri
dengan kemampuan berpikir kritis. Kemudian juga dapat mengenali ciri-ciri hoaks
dan bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Pada kegiatan ini, para santri
tidak hanya diajarkan mengenai konsep dasar cek fakta sebagai bagian dari cara
untuk menangkal informasi hoaks. Mereka juga dikenal berbagai situs yang dapat
digunakan untuk memverifikasi informasi yang beredar di masyarakat. Dua di
antaranya adalah Reverse Image Search dan Google Street View.
Pemateri kegiatan, As’ad Arifin
menyatakan, para santri secara keseluruhan belajar bersama tentang Cek Fakta
untuk tingkat dasar. Sebagai langkah awal, mereka dikenalkan untuk memakai tools
yang disediakan Google. “Teknik yang dipakai masih yang sederhana seperti
dengan Google Reserve Image dan Google Steet View,” kata pria yang juga anggota
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang Bidang Internet ini.
Melalui kegiatan ini, dia ingin
para santri di PPI AMF dapat menjadi generasi yang punya literasi digital kuat.
Mereka paham bahwa tidak semua informasi yang didapat itu benar dan bisa
langsung dibagikan. Lalu juga bisa tahu bagaimana cara atau langkah-langkah
untuk mengidentifikasi dan menyampaikan sebuah informasi yang keliru.
