berita
- By Ghulam A. Hamlan R
- 18 Aug 2026
- 85
Semarak "Spirit of Independence": Cara PPI Abdul Malik Fadjar Merayakan HUT RI ke-81
MALANG - Halaman dan lorong-lorong Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Karangploso, Malang, berubah warna sejak Minggu pagi, 16 Agustus 2026. Merah putih berkibar di setiap sudut, spanduk bertuliskan "Spirit of Independence" terpasang gagah di depan aula, dan riuh tawa santri bersahutan dengan aba-aba panitia yang sibuk mengatur jalannya lomba.
Dua hari ke depan, pondok bakal ramai banget. Bukan ramai biasa, tapi ramai karena semangat 17 Agustus yang entah kenapa selalu berhasil bikin semua orang dari santri paling pendiam sekalipun jadi ikut heboh.
Temanya "Generasi Merdeka, Bersatu Membangun Indonesia yang Adil dan Makmur", diusung sama PPI AMF lewat acara yang mereka namai Spirit of Independence. Katanya sih ini bentuk penghormatan buat para pahlawan. Tapi kalau dilihat dari persiapannya yang heboh dua minggu terakhir, saya rasa ini juga cara mereka bilang: "kita masih punya rasa cinta sama negeri ini, dan kita mau rayain dengan cara kita sendiri." Bukan cuma upacara berdiri lurus dengar pidato, tapi dua hari penuh lomba, drama kecil antar tim, sampai teriakan dukungan yang saling sahut-sahutan.
Hari Pertama: Keringat dan Kekompakan di Lapangan
Minggu pagi diawali dengan senam bersama sebagai pembuka rangkaian acara. Setelah tubuh cukup hangat, giliran Lomba Estafet Bendera digelar di lapangan utama. Perlombaan ini terdiri dari empat pos seru: Tutup Suap, Keranjang Gantung, Celana Dor, hingga Karet dalam Tepung. Kombinasi permainan tradisional yang mengundang gelak tawa sekaligus menuntut kekompakan tim.
Suasana kian memanas saat memasuki sesi Ladang Ranjau, tempat peserta harus melewati rintangan sambil menjaga konsentrasi dan kerja sama regu. Lomba Tarik Tambang menjadi penutup hari pertama yang paling dinanti teriakan penyemangat dari pinggir lapangan membuat suasana pondok terasa seperti kampung yang tengah merayakan tujuh belasan. Sore harinya, babak penyisihan Lomba Orasi digelar di Kelas 11A, menyaring santri-santri dengan kemampuan bicara di depan umum terbaik untuk melaju ke babak final keesokan hari.
Bagi banyak peserta, hari pertama ini bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan soal kebersamaan. Semangat gotong royong terlihat jelas ketika tim yang tertinggal justru mendapat sorakan dukungan paling keras dari teman-teman satu asrama.
Hari Kedua: Upacara, Panggung, dan Adu Kreativitas
Senin, 17 Agustus 2026, dibuka dengan Upacara Bendera yang khidmat di lapangan sekolah momen yang selalu berhasil menghadirkan haru sekaligus bangga bagi seluruh civitas pondok. Usai upacara, suasana langsung berubah semarak dengan digelarnya final Lomba Orasi di aula, bersamaan dengan Lomba Poster Digital di Kelas 11A.
Tak lama berselang, panggung aula disulap menjadi catwalk mini untuk Lomba Fashion Show, di mana peserta unjuk kreativitas mengenakan kostum bertema kemerdekaan. Siang harinya, ketegangan intelektual mengambil alih panggung lewat Lomba Cerdas Cermat yang mempertemukan regu-regu terbaik dari jenjang SMP maupun SMA.
Setelah jeda ISHOMA, giliran sisi humor santri diuji lewat Lomba Stand Up Comedy. Salah satu sesi yang paling ditunggu karena berhasil mengocok perut penonton sekaligus menunjukkan bahwa kecintaan pada tanah air bisa disampaikan lewat cara yang ringan dan menghibur. Rangkaian acara ditutup pada sore hari dengan pengumuman para pemenang di Aula PPI AMF, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh santri yang memadati ruangan.
Lebih dari Sekadar Lomba
Ketua Pelaksana Spirit of Independence, Reghan Athaya Suandi, bersama jajaran panitia dari berbagai divisi acara, perlengkapan, hingga dokumentasi, menyiapkan acara ini sejak awal Agustus melalui serangkaian rapat kerja panitia. Hasilnya terlihat nyata: kegiatan berjalan tertib, meriah, dan sarat makna.
Dari sudut pandang pengamat, yang menarik dari Spirit of Independence bukan hanya banyaknya jenis lomba, tetapi bagaimana setiap kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai. Lomba fisik seperti tarik tambang dan estafet bendera melatih kerja sama tim; lomba orasi dan cerdas cermat mengasah wawasan kebangsaan; sementara fashion show dan stand up comedy membuka ruang ekspresi kreatif santri. Semuanya bermuara pada satu tujuan yang tertulis jelas dalam proposal kegiatan: menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat persatuan, serta melatih sportivitas dan kepercayaan diri generasi muda.
Di tengah gemuruh sorak-sorai dan decak tawa selama dua hari itu, satu hal terasa jelas bagi siapa pun yang berjalan menyusuri halaman PPI AMF: semangat 17 Agustus tidak melulu soal seremoni kaku di lapangan upacara. Ia bisa hidup dalam tawa peserta stand up comedy, keringat tim tarik tambang, dan lantang suara orator muda yang berdiri di atas panggung aula. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan kini dijaga dan dirayakan oleh generasi yang tumbuh di bawah naungan pesantren.
Selamat kepada seluruh peserta dan panitia Spirit of Independence PPI Abdul Malik Fadjar. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
#####
Artikel ini disusun berdasarkan proposal kegiatan Spirit of Independence PPI Abdul Malik Fadjar, Malang, dalam rangka memperingati HUT RI ke-81.
