berita
- By Ghulam A.Hamlan Rizka
- 20 Jan 2026
- 25
Bekali Santri dalam Berbicara, PPI AMF Gelar Workshop Public Speaking
Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali
menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia santri
melalui Workshop Public Speaking, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula PPI AMF tersebut diikuti
ratusan santri dari berbagai daerah. Para peserta tampak antusias menyimak
materi sejak awal hingga akhir kegiatan.
Workshop ini menghadirkan narasumber inspiratif yang akrab
disapa Kak Klik, seorang praktisi dan motivator public speaking berpengalaman
dalam pendampingan komunitas pendidikan.
Sejak awal kegiatan, suasana aula tampak hidup. Para santri
mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, diawali pengenalan pentingnya
komunikasi efektif dalam dunia pendidikan dan kehidupan keluarga.
Dalam pemaparannya, pria bernama lengkap Kliknanda Nur Akbar ini menegaskan bahwa public
speaking bukan sekadar keterampilan berbicara di depan umum, melainkan
kemampuan dasar membangun komunikasi yang sehat, percaya diri, dan berdampak
positif.
“Public speaking bukan soal siapa yang paling pintar
berbicara, tetapi siapa yang mampu menyampaikan pesan secara jelas, tulus, dan
bermakna,” ujar Kak Klik.
Ia menjelaskan bahwa pesantren dan wali santri memiliki
peran strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kemampuan komunikasi
yang baik menjadi kunci terciptanya hubungan harmonis antara anak, orang tua,
dan lembaga pendidikan.

“Public speaking bukan hanya maju ke depan lalu berbicara.
Lebih dari itu, kemampuan ini membangun kepercayaan diri dan membantu seseorang
memahami potensi dirinya,” tambahnya.
Workshop ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai simulasi, permainan komunikasi, serta praktik berbicara di depan umum. Sejumlah peserta diberi kesempatan tampil untuk melatih keberanian dan mengatasi rasa gugup.
Suasana semakin cair ketika materi disampaikan dengan gaya
ringan dan humoris. Peserta tampak aktif berinteraksi, tertawa bersama,
sekaligus merenungkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.
Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga
menumbuhkan rasa percaya diri sebagai santri.
“Biasanya kami grogi saat berbicara di depan banyak orang.
Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa rasa takut itu wajar dan bisa dilatih,”
ungkapnya.
Peserta lain menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan
santri tidak hanya ditentukan sistem pesantren, tetapi juga kualitas
pendampingan keluarga. Sinergi pesantren dan orang tua dinilai sangat penting.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama. Para
peserta tampak puas dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan
secara berkelanjutan.
Workshop Public Speaking ini menjadi bukti bahwa PPI Abdul
Malik Fadjar tidak hanya fokus pada aspek akademik dan kepesantrenan, tetapi
juga penguatan karakter dan keterampilan komunikasi santri.
