berita
- By Farrell Syatir, Ibrahim Jauhary, Arunia Firdausia, Norma Aulia
- 19 Sep 2026
- 40
Mendikdasmen RI Dijadwalkan Kunjungi PPI AMF Besok
MALANG - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Profesor Abdul Mu’ti
dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Internasional Abdul
Malik Fadjar (PPI AMF) di Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026).
Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung pukul 09.00–11.40 WIB.
Rombongan bapak
menteri akan tiba di
lokasi pada pagi hari. Kedatangan beliau rencananya akan disambut langsung oleh pengasuh, pengurus, para ustadz/ustadzah, serta santri PPI AMF. Penyambutan
telah dipersiapkan, termasuk pengaturan lokasi, protokol acara, dan pengamanan.
Selama sekitar dua
jam 40 menit, menteri akan dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda. Acara diawali dengan penampilan-penampilan
santri, mulai
dari Tapak Suci, pidato
bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, dan musikalisasi puisi. Lalu acara akan dilanjutkan dengan forum inspiratif
yang akan disampaikan langsung oleh Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul
Mu’ti dengan tema “Nurturing Progressive Leaders for a Global Era”
(Menyiapkan Pemimpin Berkemajuan di Era Global).
Pondok Pesantren
Internasional Abdul Malik Fadjar dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis
pesantren di kawasan Karangploso, Kabupaten Malang. Nama Abdul Malik Fadjar
diabadikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam dunia
pendidikan nasional. Karena itu, kunjungan menteri dinilai penting, tidak hanya
sebagai kunjungan kerja biasa, tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah
terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang terus berupaya meningkatkan
kualitas.
Pihak pesantren
disebut telah melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan menteri.
Persiapan itu meliputi penataan area penyambutan, pengaturan alur acara,
koordinasi dengan pihak keamanan, serta kesiapan santri yang akan terlibat.
Kegiatan ini khusus dihadiri para santri PPI AMF dan para ustaz/ustazah.
Sejumlah pihak
berharap kunjungan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan pesantren.
Selain memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan,
kunjungan diharapkan menjadi momentum untuk mendorong peningkatan mutu
pendidikan, penguatan karakter santri, serta perluasan akses dan dukungan bagi
lembaga pendidikan di daerah.
