berita
- By Ghulam A. Hamlan
- 18 Aug 2026
- 78
Muhammad Kuffih Taqiyuddin Terpilih Jadi Ketua IPM PPI AMF
MALANG -- Muhammad Kuffih Taqiyuddin, santri kelas XI A, terpilih sebagai Ketua Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) periode 2026–2027 melalui Musyawarah Ranting (Musyran), Jumat-Sabtu (14–15/8/2026).
Musyran IPM PPI AMF berlangsung selama dua hari dan menjadi
forum evaluasi kepengurusan sekaligus penyusunan rekomendasi serta regenerasi
kepemimpinan organisasii. Kegiatan tersebut diikuti pengurus IPM, perwakilan santri SMP dan SMA, serta
didampingi pembina dan jajaran pesantren.
Selama musyawarah, peserta mengikuti sejumlah agenda. Kegiatannya dimulai
dari penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya,
pembahasan rekomendasi organisasi, hingga pemilihan Ketua Ranting IPM periode
berikutnya.
Peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan,
masukan, dan gagasan mengenai arah gerak IPM PPI AMF. Pembahasan
tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi sekaligus pembelajaran
organisasi bagi para santri.
Belajar Berdemokrasi melalui Musyran
Pembina IPM PPI AMF, Dedy mengatakan Musyran tidak sekadar
menjadi agenda pergantian kepengurusan. Menurutnya, forum tersebut menjadi
ruang bagi santri untuk belajar menjalankan organisasi melalui proses
musyawarah.
“Melalui Musyran ini, para santri belajar bagaimana
menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan pendapat, serta mengambil keputusan
secara bersama-sama demi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Proses musyawarah berlangsung dengan memberikan kesempatan
kepada peserta untuk menyampaikan gagasan dan pandangan. Rangkaian tersebut
kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan ketua ranting untuk periode
2026–2027.
Muhammad Kuffih Taqiyuddin akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Ranting IPM PPI AMF periode 2026–2027. Ia akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi pelajar Muhammadiyah di lingkungan PPI AMF.
Dalam penyampaian perdananya setelah terpilih, Muhammad
Kuffih mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia mengajak
seluruh pengurus dan kader IPM untuk menjalankan kepengurusan secara
bersama-sama.
“Amanah ini bukan untuk dijalankan sendiri, melainkan
bersama seluruh pengurus dan kader IPM. Semoga kita dapat menghadirkan
program-program yang berdampak serta memperkuat budaya kepemimpinan dan
kaderisasi di PPI AMF,” ungkapnya.
Ia juga diharapkan dapat melanjutkan berbagai program
positif yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya sekaligus mengembangkan
gagasan baru sesuai kebutuhan santri dan arah organisasi.
Musyran IPM PPI AMF menjadi bagian dari proses regenerasi
organisasi sekaligus pembelajaran kepemimpinan bagi para pelajar. Melalui forum
tersebut, para santri mendapatkan pengalaman dalam menyampaikan aspirasi,
berdiskusi, mengambil keputusan, dan menerima amanah organisasi.
Dengan terpilihnya Muhammad Kuffih Taqiyuddin, estafet
kepemimpinan IPM PPI AMF periode 2026–2027 resmi berlanjut. Kepengurusan baru
diharapkan dapat menjalankan hasil musyawarah sekaligus memperkuat peran IPM
sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, intelektualitas, dan kaderisasi pelajar
Muhammadiyah.
