berita

Luar Biasa! Santri PPI AMF Borong Rentetan Penghargaan Bergengsi di ME Award 2026

MALANG –  Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Kali ini, mereka mendapatkan penghargaan dalam ajang Muhammadiyah Education Award (ME Award) 2026 yang digelar di Malang pada 8 Agustus. 

Wakil Kepala SMP-SMA AMF Bidang Kesiswaan, Iqbal Alfian Rusydi, mengungkapkan rasa syukurnya. Dari lomba yang diikuti, delapan di antaranya berhasil meraih prestasi. 

Adapun rincian prestasi yang diraih, yakni lima Gold Medal yang masing-masing diperoleh melalui lomba ISMU Fil Arabiyah (Raihan Nafil Nashrullah, Kurnia Ramadhani Hadi), ISMU in English (Khairunnisa Aqila Nurrahima), Esai Bahasa Inggris (Faizul Umam Ihsani), Esai Bahasa Arab (Syafira Aulia Rahma, Tsurayya Kamila Ali, Siti Nur Aisyah), serta Business Plan (Athaya Khalfani Arham Prihantoro, Farrel Syatir Wafi Al Ghani, Muhammad Aqshal Syahputra Efendi). Perolehan tersebut kemudian disusul dengan dua Silver Medal yang sama-sama diraih oleh tim Robotik (M Rizki Yoga Ramadhan dan Mu’adz Ahmad Abyan, Faiz Robbani dan Haunan Akmal Ibrahim), serta Olimpiade Kimia (Haidar Maulana Ahmada). Sementara itu, prestasi lainnya berupa Bronze Medal berhasil diraih melalui lomba Olimpiade IPA (Muhammad Sulthon Brilliant).

Iqbal mengatakan, sekolah hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan lomba. Karena itu, dipilih santri yang sebelumnya telah berpengalaman mengikuti lomba. 

Iqbal juga menuturkan, sekolah memilih santri kelas 8, 9, 11, dan 12 sebagai prioritas yang akan mengikuti ajang lomba tersebut. “Dan para santri menerima informasi terkait lomba saat liburan dan baru memulai latihan ketika sudah kembali ke pondok,” kata dia. 

Selanjutnya, para santri yang terpilih dibimbing pelatih dan materi intensif dengan waktu kurang dari sebulan. Mereka disiapkan materi dan tips-tips yang akan dibutuhkan. “Robotik juga, itu perlu diberikan kisi-kisi, dan juga perlu di-list kebutuhan komponen robotik apa yang diperlukan dalam perlombaan,” kata Iqbal ketika ditemui di PPI AMF, Rabu (12/08/2026).

Direktur PPI Abdul Malik Fadjar, Suprat juga menanggapi bahwa ME Award adalah suatu institusi sebagai pemberi dorongan untuk menguji prestasi. Dengan begitu, siswa bisa menunjukkan bahwa dia bisa memberikan kebanggaan kepada orang tua, sekolah, dan masyarakat. “Tidak hanya di ME Award, tapi kepada prestasi nasional lainnya atau internasional,” ungkapnya. 

Ia juga berterima kasih kepada santri yang berpartisipasi dan ikut meraih prestasi sebagai modal kesuksesan masa depan. Selanjutnya, ia bertekad agar santri yang berprestasi dapat diberi peluang untuk berkembang. Dengan demikian, mereka bisa membuka kesempatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. 

“Yang belum berprestasi, itu merupakan barometer bagi kita untuk persiapannya dan untuk membangun sistem yang lebih bagus ke depan,” jelasnya.

Santriwati PPI AMF Malang, Kurnia Ramadhani, mengaku senang sekaligus tidak menyangka dapat meraih meraih emas dalam lomba ISMU Fil Arabiyah. Ia mengatakan, sebelumnya dirinya justru memperkirakan akan memperoleh medali perak. Namun, perkiraan tersebut berubah saat namanya diumumkan sebagai peraih medali emas. 

Sebagai informasi, ME Awards dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). dengan tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader”. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta yang berasal dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini tidak hanya diikuti siswa tingkat SMP, tetapi juga SD dan SMA Muhammadiyah.  

Editor: Wilda Fizriyani